<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>


<rss version="2.0">
	<channel>
		<title><![CDATA[Blog]]></title>
		<description>
Blog Saya ini, merupakan sebuah Instrument untuk memperhalus Jiwa saya.Kalau kadang saya marah di Blog ini: tolong dijewer.
</description>
		<link>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/</link>
		<generator>Webs.com</generator>

		    
			<item>
				<title>
Strategi Mencari Beasiswa di Jepang
</title>
				<link>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/1091305</link>
				<description>
&lt;br&gt;&lt;p&gt;oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Danardono Dwi Antono&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahasiswa Program Doktor di Tokyo University&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lulus SMA, mendapat kesempatan studi ke luar negeri dengan beasiswa
yang cukup merupakan impian sejak kecil. Apalagi dengan beasiswa itu
kami tidak hanya dapat hidup layak dan mandiri di luar negeri, tapi
juga bisa mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan, mencicipi teknologi
baru dan menambah wawasan lain. Selain juga karena bisa segera hidup
mandiri di luar negeri tanpa bergantung pada bantuan keuangan dari
orang tua menumbuhkan suatu kebanggaan di hati. Bahkan sebaliknya,
banyak dari kami menyisihkan sebagian dari beasiswa, untuk membantu
orang tua dan kakak/adik, memberi kesempatan berbakti kepada orang tua,
dan berbagi kebahagian dengan anggota keluarga lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menggapai mimpi&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari kecil, salah satu impian saya adalah &lt;a href="http://info-beasiswa-luarnegeri.blogspot.com/2008/08/japan-scholarship-programme-jsp-asian.html"&gt;sekolah ke luar negeri&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://artikelindonesia.com/tag/sekolah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sekolah"&gt;Sekolah&lt;/a&gt;
di negara yang turun salju saat musim dingin tiba, begitulah
angan-angan saya dulu. Beruntung sekali saya memiliki orang tua yang
walau tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri,
namun selalu memompakan semangat dan motivasi untuk belajar yang giat
dan menyarankan untuk selalu mencari informasi beasiswa ke luar negeri
karena itulah jalan satu-satunya agar saya bisa &lt;a href="http://info-beasiswa-luarnegeri.blogspot.com/2008/08/japan-scholarship-programme-jsp-asian.html"&gt;sekolah di luar negeri&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat itu biaya kuliah belum semahal sekarang, toh kuliah di PTS
misalnya tampaknya memberatkan bagi keluarga kami. Terinsipirasi kisah
hidup orang tua yang selalu menceritakan bahwa dulunya dia sudah bisa
bekerja sejak lulus SMA, saya pun berniat untuk bisa mandiri sejak
lulus SMA. Saat itu lah, saya berpikir singkat mendapat beasiswa full
untuk kuliah di luar negeri adalah jalan singkat merealisasi niat dan
impian saya tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya percaya bahwa mimpi tidak akan datang sendiri namun harus
diperjuangkan. Usaha untuk meraihnya perlu diniati dan disungguhi.
Masuk SMA, saya mulai buka mata pasang telinga. Rajin bertanya-tanya ke
guru-guru di SMA, mencari-cari info di surat kabar dimana saat itu
internet belum ada. Tentunya akan sangat berguna jika kita mencari
informasi beasiswa mulai dari 2 tahun sebelum lulus SMA. Minimal kita
tahu keberadaan program beasiswa itu yang pada saatnya setelah lulus
SMA kita tahu kepada siapa kita harus mencari tahu informasi beasiswa
tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tinggal di Jakarta, saat kelas 3 SMA, saya bahkan kadang datang atau
menelpon ke Kedutaan Besar / Pusat Kebudayaan Asing untuk sekedar
bertanya apakah ada beasiswa yang tersedia untuk lulusan SMA. Dengan
adanya internet, mencari informasi beasiswa untuk pelajar SMA sekarang
terutama yang tinggal di luar Jakarta tampaknya sudah tidak sesulit
dulu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu hal yang saya sayangkan, bahwa angan-angan untuk &lt;a href="http://info-beasiswa-luarnegeri.blogspot.com/2008/08/japan-scholarship-programme-jsp-asian.html"&gt;kuliah di luar negeri &lt;/a&gt;tidak
mendominasi di hati-hati teman-teman SMA saya saat itu. Beberapa di
antaranya bahkan sudah enggan saat saya ajak untuk mencari informasi
beasiswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belakangan hari, saat saya ikut seleksi suatu beasiswa, saya juga
tidak merasa bahwa finalis-finalis yang ada saat itu benar-benar
sungguh-sungguh ingin bisa kuliah di luar negeri. Namun sebaliknya saya
juga salut dengan alumni-alumni dari sebuah SMA yang sangat bersemangat
bersama-sama mencari informasi-informasi tawaran-tawaran beasiswa yang
ada.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mendapat beasiswa&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lulus SMA, saya mendapat beasiswa full dari Mitsui Bussan, sebuah perusahaan Jepang, untuk studi &lt;a href="http://info-beasiswa-luarnegeri.blogspot.com/2008/08/japan-scholarship-programme-jsp-asian.html"&gt;Bahasa Jepang&lt;/a&gt;
dan kuliah S1 di Jepang. Yang saya maksud dengan beasiswa penuh adalah
beasiswa yang terdiri dari gaji bulanan (monthly allowance) dan biaya
kuliah, karena ada beasiswa lain yang hanya memberikan gaji bulanan
saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam sistem seleksinya, Mitsui Bussan bekerja sama dengan Dikdasmen
dan eksklusif untuk SMA yang ditunjuk Dikdasmen. Hal ini dilakukan
untuk penghematan biaya pelaksanaan, karena hanya 2-3 pelajar yang akan
terpilih untuk menjadi penerima beasiswa ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walau sayangnya program beasiswa Mitsui Bussan berhenti mulai tahun
ini, namun di sini saya tuliskan tahap-tahap penyeleksian yang mungkin
berguna untuk kesempatan lain. Materi seleksi pertama adalah ujian
tulis Matematika dan Bahasa Inggris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari seleksi pertama terpilih sekitar 12-16 orang yang berhak ikut
ujian kedua berupa tes kesehatan, psikologi, maupun wawancara.
Persiapan untuk wawancara begitu penting, karena ini lah yang paling
menentukan. Nilai terbaik menjadi tidak berarti kalau anda dianggap
sebagai orang yang tidak komunikatif dan emosional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kondisi sepuluh tahun lalu mungkin berbeda dengan sekarang. Namun
saat itu tawaran beasiswa ke luar negeri yang tersedia untuk lulusan
SMA adalah ke Jepang untuk banyak bidang, dan Belanda untuk bidang
ekonomi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belakangan ada tawaran beasiswa dari Singapura, namun tidak beasiswa
full dan informasinya tidak tersebar luas. Beasiswa ke Jepang sendiri
terutama dari Monbukagakusho melalui Kedutaan Besar menyediakan
beberapa jenis beasiswa untuk lulusan SMA dan untuk lulusan S1. (Lebih
lengkapnya lihat http://www.id.emb-japan.go.jp/scholarship.html) untuk
jelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dua hal yang perlu saya tekankan di sini, pertama adalah sangat
sulitnya untuk lulus Program S-1 untuk kedokteran umum dan kedokteran
gigi sehingga dianjurkan untuk memilih jurusan lain bagi yang berminat
dengan kedua jurusan itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua adalah, saya pribadi tetap menganjurkan untuk mengambil
program D-3 walau di Indonesia sudah diterima di PTN-PTN ternama,
karena setelah lulus D-3 kesempatan untuk mendapatkan degree bisa
diperoleh dengan melanjutkan kuliah selama 2 tahun ke Universitas
(langsung tingkat 3). Apalagi kalau mengingat begitu mahalnya biaya
kuliah di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai referensi, uang masuk di universitas negeri di Jepang,
sekitar 300.000 yen, sementara uang kuliah satu semester 270.000 yen.
Dibanding kuliah di luar negeri lain, Amerika maupun Australia, biaya
pendidikan di Jepang termasuk murah. Belum lagi ditambah dengan adanya
kemungkinan mendapat keringanan uang &lt;a href="http://atisa.sch.id/"&gt;sekolah&lt;/a&gt; di universitas negeri tertentu. Penulis sendiri mendapat kemudahan bebas uang kuliah 100% selama lebih dari 3 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk beasiswa program Pasca-Sarjanaa selain beasiswa Monbukagakusho
jenis G-to-G untuk pegawai negeri sipil dan jenis U-to-U untuk umum,
juga ada beasiswa Panasonic untuk program Master
http://www.panasonic.co.id/panasonic_scolarship/index.asp.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa hal yang mungkin menjadi pikiran saat mencari beasiswa
untuk kuliah di luar negeri adalah pertama apakah adanya perjanjian
seperti ikatan kerja setelah selesai program beasiswa. Beasiswa yang
saya sebut di atas, tidak ada yang memiliki ikatan kerja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk beasiswa lain, kalaupun ada perjanjian tertentu, tentunya
penerima beasiswa yang sudah lulus SMA maupun orang tuanya sudah cukup
dewasa untuk mengerti arti dan tanggung jawab sebuah akad/perjanjian
dengan menyatakan kesanggupannya menerima beasiswa tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Catatan lain adalah tentang jurusan- jurusan di universitas di
Jepang, yang tentunya belum tentu sama dengan apa yang ada di
Indonesia, juga dengan tingkat kesulitan masing-masing jurusan. Di
kampus saya, untuk undergraduate course, Jurusan Fisika di Fakultas
Science adalah jurusan yang banyak diminati, dan tempat berkumpulnya
mahasiswa pandai yang berminat di bidang Science maupun Engineering.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bisa kita bandingkan dengan jurusan Fisika di fakultas MIPA di
universitas-universitas di Indonesia yang kurang diminati. Lulusan
Fakultas Science tentunya juga dapat masuk ke bidang-bidang Engineering
saat mencari kerja, dan juga sebaliknya. Sehingga kekhawatiran bahwa
lulusan Science sulit mencari kerja tentunya tidak terbukti. Apalagi
untuk negara seperti Jepang, dimana setiap perusahaan biasanya
mempunyai unit Research and Development yang tentunya membutuhkan
lulusan dari berbagai jurusan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terakhir dan terutama mungkin, kekhawatiran untuk memilih Jepang
sebagai tempat studi memang beralasan. Tentunya karena kesulitan bahasa
Jepang yang menggunakan kanji itu sendiri. Namun untuk masing-masing
program beasiswa terutama untuk beasiswa Monbukagakusho, biasanya juga
mencakup studi bahasa Jepang yang cukup untuk dapat mengikuti kuliah di
universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tinggal di Jepang&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya belum pernah tinggal di luar negeri selain Jepang, namun dengan
kemampuan berbahasa Jepang yang saya miliki, saya merasakan kehidupan
di Jepang begitu menyenangkan. Kekurangan dengan tinggal di Jepang
adalah tentunya berkurangnya kesempatan menggunakan bahasa Inggris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Biaya hidup mungkin memang tinggi, tapi selama mendapat beasiswa
yang cukup rasanya itu bisa diakomodasi, termasuk di dalamnya uang
kuliah yang relatif murah kalau dibanding dengan di negara-negara
seperti Amerika, Inggris atau Australia. Kesempatan untuk bekerja paruh
waktu pun terbuka lebar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau melihat perjuangan teman-teman dari Cina maupun Korea
misalnya, mereka rata-rata tidak mendapatkan beasiswa juga tidak semua
datang dari keluarga kaya, toh mereka bisa survive tinggal di Tokyo
misalnya. Tidak lain dan tidak bukan, karena mereka berjuang keras
untuk itu dengan kerja paruh waktunya bahkan sampai mengorbankan waktu
tidurnya. Semangat seperti itu yang mungkin masih kurang di antara kita
bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beasiswa pertama saya habis seiring dengan lulusnya saya dari
program S1. Untuk melanjutkan studi tentunya saya membutuhkan beasiswa
lain. Mencari beasiswa lain tidak mudah namun tetap kemungkinan itu
selalu ada. Walau tergantung universitasnya, namun tawaran beasiswa
untuk mahasiswa asing yang berbagai jenis macam dan besarnya tetap ada.
Walau sulit tentunya kemungkinan mendapat beasiswa selalu terbuka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di universitas saya, kebetulan tawaran beasiswa banyak sekali, hanya
saja karena di kampus saya banyak sekali mahasiswa asing sehingga
biasanya ada seleksi untuk tiap-tiap beasiswa yang memerlukan
rekomendasi dari universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebaliknya di universitas lain, walau tawaran beasiswa sedikit,
namun karena jumlah mahasiswa asingnya sedikit, kesempatan mendapatkan
beasiswa menjadi besar. Hanya siswa yang lulus seleksi yang akan
direkomendasikan universitas untuk bisa mendaftar beasiswa tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain melalui jalur kampus, ada juga jenis beasiswa yang bisa
diakses oleh setiap mahasiswa asing tanpa melalui kampus, alias daftar
langsung. Tentunya untuk memperoleh beasiswa jenis ini pun ada
seleksinya. Untuk beasiswa dengan cara mendaftar langsung seperti ini,
peran ?menjual diri? dalam bahasa Jepang sangat signifikan dalam
menulis formulir dan saat seleksi wawancaranya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beasiswa-beasiswa yang saya sebutkan ini biasanya datang dari
perusahaan-perusahaan, dan hampir semua tidak menyaratkan perjanjian
khusus setelah program beasiswa berakhir. Selain itu ada beasiswa yang
diberikan dari universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai pengalaman pribadi, saya mendapat beasiswa Epson selama 2
tahun setelah lulus seleksi di kampus dan direkomendasikan universitas.
Setelah direkomendasikan universitas, biasanya kemungkinan mendapat
beasiswa tersebut menjadi sekitar 90%. Selain itu saya juga sedang
mendapat beasiswa Tokyu melalui jalur daftar langsung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai gambaran saat saya mendaftar beasiswa Tokyu itu perbandingan
jumlah siswa yang lulus seleksi dan yang mendaftar adalah 18/950.
Program beasiswa lain biasanya hanya menyediakan 10 tempat untuk
penerima beasiswa baru setiap tahunnya. Besar beasiswa tiap-tiap
program berbeda begitu pula dengan waktu penerimaan beasiswa, ada yang
satu tahun ada pula yang dua-tiga tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penyebaran informasi&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Banyak teman-teman yang mengeluhkan tidak menyebarnya
informasi-informasi beasiswa terutama untuk lulusan SMA di
daerah-daerah menyebabkan penerima beasiswa terutama di masa lalu
terpusat untuk pelajar-pelajar di kota besar. Beruntunglah pelajar yang
sekolahnya menyediakan informasi-informasi tersebut, namun jelas tidak
semua &lt;a href="http://artikelindonesia.com/tag/sekolah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sekolah"&gt;sekolah&lt;/a&gt; seperti itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berkat internet, penyebaran informasi beasiswa di Indonesia menjadi
lebih baik dibanding 10 tahun lalu, yang hanya bisa dibaca melalui
pengumuman di surat kabar tertentu seperti Kompas misalnya. Salah satu
cara lain, adalah kontribusi penerima beasiswa untuk menyebarkan
informasi tersebut ke almamaternya. Cara ini lah yang saya tempuh
selama ini sebagai kontribusi saya kepada almamater, mengingat saya
juga mendapat beasiswa pertama kali melalui SMA saya itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun sayangnya tidak banyak yang melakukan cara tradisional seperti
ini dengan berbagai alasan. Cara lain untuk memperoleh banyak informasi
mengenai beasiswa di luar negeri terutama untuk pasca sarjana, adalah
melalui mailing list (milist) beasiswa@yahoogroups.com yang memiliki
member sampai ribuan banyaknya. Saya yang juga member di mailing list
sangat salut terutama kepada moderator-moderator milist ini yang banyak
mengshare berbagai informasi beasiswa di situ.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Membaca tulisan-tulisan yang muncul di milist itu, terasa bahwa semangat untuk &lt;a href="http://artikelindonesia.com/tag/sekolah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sekolah"&gt;sekolah&lt;/a&gt;
di luar negeri bagi banyak orang Indonesia meningkat yang mungkin perlu
disimak bagi kita semua yang sudah sukses mendapat beasiswa dan studi
di luar negeri agar semangat kita semua untuk belajar keras tidak
luntur saat sudah tiba dan belajar di luar negeri walaupun menemui
berbagai kesulitan dalam hidup di negara asing. Karena memang hidup di
negara asing tidak mudah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Catatan terakhir saya berikan kepada pencari beasiswa yang berminat &lt;a href="http://artikelindonesia.com/tag/sekolah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sekolah"&gt;sekolah&lt;/a&gt;
di Jepang. Yaitu jangan biarkan sikap ?ingin selalu disuapi? dalam
mencari informasi. Dengan adanya internet, informasi-informasi untuk
kehidupan di Jepang misalnya tentunya semakin mudah dicari, misalnya
melalui situs berikut http://www2.jasso.go.jp/index_e.html atau
pengumuman tawaran beasiswa http://www.dikti.org/beasiswa/.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Membaca pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di milist
PPI-Jepang pun membuat saya perlu menekankan agar pencari beasiswa
lebih aktif dan mampu mendefinisikan studi dan minat riset yang
diinginkan. Karena kadang ada permohonan bantuan untuk mencarikan
contact Professor di bidang TI untuk bisa mendaftar beasiswa
Monbukagakusho untuk paska-sarjana misalnya tanpa penjelasan lebih
detil tentang bidang riset yang diminati, atau bahkan identitas
pribadinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Orang lain pun tentunya akan sulit dan malas membantu kalau tidak
melihat kesungguhan pencari informasi. Yang terbaik adalah usahakan
mencari informasi sendiri melalui internet atau kalau tinggal di
Jakarta dan sekitarnya, bisa berkunjung ke Pusat Kebudayaan Jepang
misalnya untuk dapat bertanya lebih lanjut untuk studi ke Jepang dan
prosedur-prosedurnya. Lalu setelah usaha untuk mencari contact
Professor dilakukan namun tidak membuahkan hasil, barulah mencoba
bertanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun tentunya jangan terlalu mengharapkan akan datangnya jawaban
dengan cepat. Karena tentunya orang lain yang berbeda bidang
keahliannya, tidak mampu memberikan saran, belum lagi karena kesibukan
orang yang ditanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penutup&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Biaya &lt;a href="http://artikelindonesia.com/tag/sekolah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sekolah"&gt;sekolah&lt;/a&gt;
yang semakin tinggi dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai perguruan
tinggi di Indonesia akhir-akhir terasa begitu memprihatinkan. Bagi
penulis hal itu menjadi ironis dengan kenyataan bahwa dengan tinggal di
Tokyo yang tahun ini kembali terpilih sebagai kota yang termahal di
dunia ternyata mengantarkan untuk tidak sekedar lulus S1, namun juga S2
dan sekarang studi S3 tanpa biaya dari orang tua.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga anak-anak Indonesia mendapat haknya untuk bisa menikmati pendidikan dengan biaya yang terjangkau.&lt;/p&gt;Semoga bermanfaat&lt;br&gt;
</description>
				<pubDate>Sat, 30 May 2009 00:34:01 -0400</pubDate>
				<guid>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/1091305</guid>
			</item>
		    
			<item>
				<title>
10 Perkara yang akan hilang sia-sia dan sama sekali tidak bisa dimanfaatkan
</title>
				<link>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/1091306</link>
				<description>
&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;div class="entry clear"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Ilmu yang tidak diamalkan.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Amal yang tidak ada keikhlasan di dalamnya dan tidak mengikuti As-Sunah.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Harta yang tidak dishadaqahkan, tidak dinikmati pemiliknya di dunia dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan akhirat.&lt;br/&gt;&lt;span id="more-82"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Hati yang tidak diisi dengan cinta kepada Allah dan kerinduan untuk bersua dengan-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Badan yang tidak taat kepada Allah.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Cinta yang tidak diikat dengan keridhaan Sang Kekasih ( Allah ) dan tidak mengikuti perintahnya.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Waktu lowong yang tidak dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat, kebajikan atau menjalin persaudaraan.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Pikiran yang berputar-putar pada hal-hal yang tidak bermanfaat.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Berbakti kepada orang yang tidak mendekatkan dirimu kepada Allah dan tidak mendatangkan kemaslahatan duniamu.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="3"&gt;Engkau takut dan berharap kepada orang yang ubun-ubunnya ada di
Tangan Allah dan Genggaman-Nya, yang dia sendiri tidak bisa
mendatangkan manfaat atau mudharat, hidup, dan mati kepada dirinya&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;p&gt;&lt;font size="3"&gt;Yang paling besar dari kesia-siaan ini ada 2 macam, yang sekaligus
merupakan pangkal dari semua kesia-siaan, yaitu menyia-nyiakan hati dan
menyia-nyiakan waktu. Menyia-nyiakan hati karena lebih mementingkan
dunia dari pada akhirat, sedangkan menyia-nyiakan waktu karena
angan-angan yang muluk-muluk.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;font size="3"&gt;Semua kerusakan terhimpun karena mengikuti hawa nafsu dan
angan-angan yang muluk-muluk, sedangkan semua kebaikan karena mengikuti
petunjuk dan mengadakan persiapan untuk bersua Allah&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;font size="3"&gt;Yang aneh adalah orang yang merasa mempunyai keperluan, lalu ia
menyampaikan keinginan dan hasrat kepada Allah, agar Allah memenuhi
keperluannya itu, namun dia tidak memohon untuk menghidupkan hatinya
agar tidak mengikuti kebodohan, agar disembuhkan dari penyakit syahwat
dan syubhat. Sebab jika hati sudah mati, maka ia tidak akan merasakan
kedurhakaan kepada Allah&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;i&gt;Dikutip dari kitab Fawa'idul Fawaid - &lt;br/&gt;Ibnu Qoyyim Al Jauziyah&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;
				&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;
</description>
				<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 20:51:00 -0500</pubDate>
				<guid>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/1091306</guid>
			</item>
		    
			<item>
				<title>
Bahasa yang pernah saya dengar karena saya sering Jalan Jalan.
</title>
				<link>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/335170</link>
				<description>
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMYCOMP%7E1.KOM%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-parent:"";
	margin:0cm;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
	mso-header-margin:35.4pt;
	mso-footer-margin:35.4pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Singglish&lt;/span&gt; (Singaporean English) is marked by&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 'lah'&lt;/span&gt; : Come
on, buy-lah,cheap-lah, quick-quick-lah, &lt;br&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Javelish.. &lt;/span&gt;The typical Javanese language:&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 'lho', 'lha', 'tho','kok', ki,&lt;/span&gt; etc &lt;br&gt;
Lho, I already bought that book ! &lt;br&gt;
Kok, buying again ? &lt;br&gt;
I told you many times 'tho' ! &lt;br&gt;
Lha, I did'nt know ... how ki !? &lt;br&gt;
Don't be like that, no....!? &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakartenglish ?&lt;/span&gt; Jakarta English is marked by the&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 'sih', 'deh', 'dong', 'nih',&lt;/span&gt;
etc &lt;br&gt;
That book is very good, deh. &lt;br&gt;
Can you speak english?.. yeah a litle sih I can! &lt;br&gt;
Use my money first nih.. &lt;br&gt;
Give me more dong.. &lt;br&gt;
[Jeje] She is overthere, no.... (dia di sono,no....) &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Other exclamation words of Java :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wo, wah, we, jian, and je &lt;/span&gt;&lt;br&gt;
We lha this book is mine je...! &lt;br&gt;
Wo, only like that tho! &lt;br&gt;
Wah, expensive, tho ? &lt;br&gt;
Jian, Paijem is so beautifull tenan. &lt;br&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sundanglish&lt;/span&gt; is also available such as &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atuh, euy, mah &lt;/span&gt;&lt;br&gt;
Well, if that kind, it pretty so-so atuh &lt;br&gt;
It can't be that way euy.. &lt;br&gt;
I am mah, not like that... &lt;br&gt;
anything else ? &lt;br&gt;&lt;br&gt;
There are also abundant 'sound effect' in Javanesse language. &lt;br&gt;
Suddenly, mak bedhengus den Tukiman appeared &lt;br&gt;
My head feels pain, mak cleng ! &lt;br&gt;
Mak tlepok, I got a manggo ! &lt;br&gt;
My chicken is suddenly died, mak cekengkeng &lt;br&gt;
Mak gedebug, Kampret &lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;fell down. &lt;br&gt;
Mak jegagik.... Oh, trondholo ! &lt;br&gt;&lt;br&gt;How about&amp;nbsp; mBak Lilis... i mean &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Balinglish, &lt;/span&gt;the typical Balinese Language:&lt;br&gt;kleng ci, sing ketho, ..........&lt;br&gt;&lt;br&gt;dari millis tetangga sebelah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;


</description>
				<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 23:38:24 -0400</pubDate>
				<guid>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/335170</guid>
			</item>
		    
			<item>
				<title>
50 Tips Jadikan Bumi Tempat Hidup Kita Ini Menjadi  Lebih Baik
</title>
				<link>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/335171</link>
				<description>
&lt;p&gt;Sebenarnya kita tidak memerlukan perubahan yang radikal untuk
membantu Bumi ini menjadi lebih bersahabat. Ubahlah beberapa rutinitas
yang dapat menurunkan ?Jejak karbon Anda?. Yang pada akhirnya akan
menghemat uang Anda juga. Tetapi yang terpenting adalah kita
memberi­kan anak cucu kita tempat yang lebih baik untuk ditinggali.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Makanan dan Minuman&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Kurangi konsumsi daging&lt;/strong&gt; - bervegetarian adalah
yang terbaik! Berdasarkan penelitian, un­tuk menghasilkan 1 kg daging,
sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan
bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekuran­gan pangan jika
kita bervegetarian. Pe­ternakan juga penyumbang 18% ?jejak karbon?
dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, mo­tor,
pesawat,dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca
tambahan yang dihasilkan oleh aktifi­tas peternakan lainnya seperti
metana yang notabene 23 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang
300 kali leb­ih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat
kesehatandan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih
sehat dan pengasih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar&lt;/strong&gt;.
Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan
energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang
berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Beli produk lokal&lt;/strong&gt;, hasil pertanian lokal sangat
murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung
energi dan bi­aya transportasinya. Makanan organik lebih ramah
lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain,
kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar dari pada
manfaatnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas&lt;/strong&gt;. Akan
lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi
untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk
menyalakan TV selama 3 jam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Beli dalam kemasan besar&lt;/strong&gt;. Akan jauh lebih murah,
juga menghe­mat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah
teman atau saudara Anda untuk berbagi saat mem­belinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya&lt;/strong&gt;. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Hindari &lt;em&gt;fast food&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Fast food meru­pakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang&lt;/strong&gt;. Bawalah
sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengu­rangi jumlah tas
plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat
perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggan­nya
untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka
untuk menyelamatkan lingkungan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Gunakan gelas yang bisa dicuci&lt;/strong&gt;. Jika Anda
terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu
dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita.
Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik &lt;em&gt;food grade&lt;/em&gt; yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Berbelanjalah di lingkungan di sekitar Anda&lt;/strong&gt;. Akan sangat menghemat biaya tansportasi dan BBM Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;11. Tanam pohon setiap ada kesempatan&lt;/strong&gt;. Baik di
lingkungan atau pundengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon.
Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dll. Tergantung kesempatan dan
kemam­puan Anda masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Di Rumah&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;12. Turunkan suhu AC Anda&lt;/strong&gt;. Hindari penggunaan suhu
maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman
saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada
celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal
tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan
Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;13. Gunakan &lt;em&gt;timer&lt;/em&gt; untuk menghindari lupa mematikan AC&lt;/strong&gt;. Gunakanlah &lt;em&gt;timer&lt;/em&gt; sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set &lt;em&gt;timer&lt;/em&gt; AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;14. Gunakan pemanas air tenaga surya&lt;/strong&gt;. Meskipun
lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan
listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengant enaga
surya).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;15. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes&lt;/strong&gt;. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat ba­nyak tagihan Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;16. Gunakan lampu hemat energi&lt;/strong&gt;. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 90% dari lampu pijar biasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;17. Maksimalkan pencahayaan dari alam&lt;/strong&gt;. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca diplafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;18. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda!&lt;/strong&gt;
Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (Bukan dalam posisi
stanby) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari
penghematan ener­gi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol
on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;19. Jika pengisian ulang baterai anda sudah penuh, Segera cabut!&lt;/strong&gt;. Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi eleltrik, kamera, dll. Jika sudah penuh segera cabut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;20. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda&lt;/strong&gt;.
Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan3 menit
fuII energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;21. Jangan membeli bunga potong&lt;/strong&gt;. Jika daerah Anda
bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu dikirim dari
tempat lain. Hal ini akan menghasilkan ?Jejak karbon? yang besar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;22. Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil&lt;/strong&gt;. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;23. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak&lt;/strong&gt;.
Jika Anda memiliki keluarga kecii, tidaklah perlu setiap hari mencuci.
Kumpulkanlah sampai kapa­sitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan
menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi
pencemaran akibat deterjen Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;24. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan&lt;/strong&gt;. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anakcucu kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;25. Gunakan ulang perabotan rumah Anda&lt;/strong&gt;. Jika Anda
sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan obral di ga­rasi
rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk
dimodi­fikasi sesuai keinginan Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;26. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk umur anak Anda&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;27. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol&lt;/strong&gt;. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Dalam Pekerjaan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;28. Makan siang dikantor&lt;/strong&gt;. Jika kita sering makan
diluar kan­tor dengan bungkusan dan rutin, lebih baik jika Anda membeli
kotak makan atau tempat minum yang kuat dan bisa dipakai berulang kali.
Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (berasal dari minyak bumi
dan susah untuk diuraikan).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;29. Gunakan kertas lebih sedikit&lt;/strong&gt;. Gunakan email
internal Anda dan sofiware perkantoran un­tuk membuat laporan internal.
Cetaklah laporan/presentasi hanya jika diperlu­kan untuk melakukan
kesepakatanden­gan pihak luar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;30. Matikan peralatan kantor Anda&lt;/strong&gt;. Matikan dari sumbernya­, Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo. Jika perlu cabut dari sumber listriknva.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;31. Gunakan e-banking&lt;/strong&gt;. Alihkan tagihan kartu kredit
Anda melalui penagihan lewat email, beberapa bank di Indonesia sudah
dapat melakukannya. Bank-bank di Indonesia saat ini umumnya telah
menyediakan fasilitas e-banking yang sangat leng­kap. Kita bisa
melakukan hampir semua transaksi pembayaran,transfer, pembe­lian
voucher, dll melalui internet bank­ing, bahkan mobile banking.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;32. Memaksimalkan penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda&lt;/strong&gt;.
Anda telah menghemat dan meyelamatkan banyak pohon dan konsumsi CO2
untuk proses pembuatan kertas. Anda juga menghemat sangat banyak
konsumsi BBM yang dibutuh­kan untuk pergi ke bank atau ke ATM.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mulailah belajar untuk meng­gunakan e-banking bila Anda belum biasa
untuk menggunakannya. Jangan mengkhawatirkan masalah keamanan karena
teknologi pengamananjaringan perbankan saat ini sudah sangat cang­gih.
Tidak akan ada masalah dalam hal keamanan apabila Anda mengikuti
den­gan baik cara-cara dan panduan yang disarankan untuk melakukan
transaksi online dengan aman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat
diperbarui (tenaga angin, air, surya, dll). Gunakan peralatan yang
hemat listrik dan hemat energi, serta buatlah kebijakan/per­aturan
penghematan energi dan sum­ber daya di perusahaan Anda. Pilihlah
teknologi yang ramah lingkungan, dan lakukanlah manajemen yang baik
untuk menangani limbah industri Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Edukasi karyawan Anda untuk terbiasa bertanggung jawab dalam
penggunaan energi dan sumber daya perusahaan. Tingkatkanlah kesadaran
mereka mengenai kecintaan terhadap lingkungan, tidak dengan hanya
membuat peraturan dan hukuman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berkontribusilah bagi perlin­dungan dan keselamatan lingkungan sebagai bagian dari &lt;em&gt;Corporate Social Responsibilty&lt;/em&gt;
(CSR) perusahaan Anda. Lakukanlah program penanaman po­hon, pembersihan
lingkungan, dll. Pada akhirnya hal tersebut juga akan mem­berikan
keuntungan bagi perusahaan Anda karena citra perusahaan Anda akan
terangkat sebagai perusahaan yang beradab dan berbudaya.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Dalam Perjalanan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;33. Berlibur akan sangat menin­gkatkan jejak karbon Anda&lt;/strong&gt;.
Terutama jika dilakukan den­gan menggunakan pesawat. Berliburlah di
dalam negeri dan gunakanlah trans­portasi darat! Hal ini dapat
mengurangi banyak sekali emisi karbon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pesawat terbang merupakan pe­nyumbang gas rumah kaca yang lebih signifikan daripada mobil atau kenda­raan darat lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pesawat terbang memberikan kontribusi yang cukup besar pada
pemanasan global karena efek pelepasan CO2 di ketinggian dan asap dari
mesin jet yang tertinggal hingga berjam-jam merupakan penangkap yang
signifikan panas di atmosfer&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;34. Kurangi perjalanan bisnis&lt;/strong&gt;. Teknologi sekarang
sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan
begitu banyak metode berkomu­nikasi via internet. Ditambah lagi de­ngan
makin murahnya biaya internet, Anda akan menghemat banyak pengeIuaran
perjalanan Anda, dan tentunya mengurangi jejak karbon Anda secara
signifikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang
membutuh­kan tandatangan Anda atau yang benar-­benar membutuhkan
kehadiran Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;35. Gunakan handuk hotel Anda lebih dari satu hari&lt;/strong&gt;.
Anda akan menghemat salah satu sum­ber daya terpenting, yaitu air, dan
juga mengurangi pencemaran akibat deter­jen yang dipakai. Lebih jauh
lagi, Anda menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang
digunakan.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Mengemudi&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;36. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda, hal
ini akan sangat mengurangi beban BBM Anda, sopir, dan cicilan kendaraan&lt;/strong&gt;. Jika belum ada, mungkin Anda bisa memulainva, dan menjadi­kan sebagai bisnis Anda&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;37. Kecil itu indah dan hemat&lt;/strong&gt;. Jika Anda tidak bisa
lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atay mobil dengan
bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bah­kan hidrogen, tergantung
dari kemam­puan Anda masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4
jika Anda tidak bekerja dipertambangan atau perkebu­nan. Gunakan
kendaraan hibrida bila Anda mampu membelinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;38. Ganti bahan bakar Anda&lt;/strong&gt;. Gu­nakan bahan bakar
alami atau yang dapat diperbarui (di Indonesia tersedia bio solar dan
bio pertamax). Luar biasa jika bisa Anda bisa menggunakan bahan bakar
hidrogen.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;39. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Anda&lt;/strong&gt;.
Dari be­berapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi
optimal akan menghemat 5% penggu­naan bahan bakar Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;40. Sewa mobil saat diperlukan&lt;/strong&gt;. Jika mobil bukan
sarana utama maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Anda
hanya memerlukan kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk be­berapa
kesempatan saja. Penghematan dari cicilan atau pun bahan bakar harian
Anda akan sangat terasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;41. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Anda atau saat terjadi kemacetan total&lt;/strong&gt;.
Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan
menggunakan kaca film yang baik atau penqhalang matahari yang banyak
dijual ditoko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Anda ditempat yang
rindang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;42. Berbagilah! Carilah rekan kerJa&lt;/strong&gt;. teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Anda. Anda bisa berbagi biaya perjala­nan dengan mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;43. Belajarlah mengemudi yang baik&lt;/strong&gt;. Ganti
perseneling lebih awal bisa mengu­rangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika
mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan
den­gan rem mendadak. Hindarkan menge­mudi dengan kasar. Pindahkan gigi
saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan menge­mudilah di batasan 1500-3000
rpm, be­berapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan
BBM dalam &lt;em&gt;range&lt;/em&gt; tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Elektronik&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;44. Go rechargeable&lt;/em&gt;, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa diisi ulang&lt;/strong&gt;.
Jika harus menggunakan yang satu kali buang gu­nakan lithium-ion
(Li-Ion) and nickel metal hydride (NiMH) sangat hemat bi­aya, &lt;em&gt;effective&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;45. Utamakan hemat energi saat membeli peralatan elektronik&lt;/strong&gt;.
Misalnya pilihlah TV LCD daripada TV CRT (TV tabung konven­sional).
Carilah AC atau kulkas dengan konsumsi listrik terendah, dll. Saat ini
tidak terlalu sulit untuk menemu­kan produk elektronik hemat energi
karena produsen beramai-ramai mulai memfokuskan strategi pemasarannya
ke produk-produk seperti itu. Lihat saja dari seberapa sering Anda
melihat iklan-iklan AC hemat energi di media cetakmaupun elektronik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;46. Gunakan lebih lama, jangan  mudah berganti alat elektronik yang memiliki fungsi sama&lt;/strong&gt;. Jika dilakukan, donasikan barang Anda yang lama.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Alat Kebersihan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;47. Cleaner&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;greener&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;meaner&lt;/em&gt; meskipun masih lebih mahal, produk kebersihan yang ra­mah lingkungan sudah mulai hadir di supermarket&lt;/strong&gt;.
Belilah bila Anda mampu. Sebenarnya cuka dan baking soda bisa digunakan
untuk pembersihan hampir barang apapun. Campurlah cuka den­gan air
hangat (50:50), larutan cuka-air tersebut dapat digunakan sebagai
pem­bersih serbaguna. Baking sodabisa di­gunakan untuk membersihkan bau
pada karpet.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;48. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik&lt;/strong&gt;. Ini sangat penting agar energi dan racun sekitar kita cepat bersih. Ter­utama saat membersihkannva.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;49. Untuk kesegaran ruangan, tempatkan tumbuhan yang bisa hidup di dalam ruangan&lt;/strong&gt;, akan sangat membantu kesegaran ling­kungan Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;50. Untuk penanganan barang beracun&lt;/strong&gt;, segera hubung dinas kebersihan atau lingkungan di lingkungan Anda. ­&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yudhi &lt;/span&gt;(sejutablog)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;
</description>
				<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 03:12:03 -0400</pubDate>
				<guid>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/335171</guid>
			</item>
		    
			<item>
				<title>
Tujuh Indikator ( tanda tanda) Kebahagiaan Dunia
</title>
				<link>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/335172</link>
				<description>
Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat
telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah
secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun
Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu
hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah
SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu
Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Pertama, Qalbun syakirun  atau hati yang selalu bersyukur.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona?ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW
yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit
dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan
kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap ?bandel? dengan terus
bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih
besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam
keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan
anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila
memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk
mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula
seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang
luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki
seorang istri yang sholeh.&lt;br&gt;
   &lt;br&gt;
&lt;b&gt;Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua
?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari
hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata
tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun
minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa
anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila
kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia
karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya
wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu
dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan?. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan
ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu,
semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi
cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi
cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ?hidup? kan
hatinya, hati yang ?hidup? adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya
nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh
semangat memahami ilmu agama Islam. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya,
maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat ?hidup? orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.  &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu?
mungkin membaca doa ?sapu jagat? , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut ?Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw? (yang artinya ?Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia ?), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja
sudah patut kita syukuri. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu ?wa fil
aakhirati hasanaw? (yang artinya ?dan juga kebahagiaan akhirat?), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Kata Nabi SAW, &lt;i&gt;?Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga?.&lt;/i&gt; Lalu para sahabat bertanya: &lt;i&gt;?Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ??.&lt;/i&gt; Jawab Rasulullah SAW :  &lt;i&gt;?Amal soleh saya pun juga tidak cukup?.&lt;/i&gt; Lalu para sahabat kembali bertanya : &lt;i&gt;?Kalau begitu dengan apa kita masuk surga??.&lt;/i&gt; Nabi SAW kembali menjawab : &lt;i&gt;?Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata?.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya
bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat
Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin). &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
                                 &lt;br&gt;
(Sumber tulisan: ceramah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Aam Aminudin, Lc. &lt;/span&gt;di Sapporo, Jepang,&amp;nbsp; sedikit diedit oleh
Penjaga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebun Hikmah&lt;/span&gt;)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img src="http://www.freewebs.com/holidayplanner/bambang%20widjanarko.jpg" border="0"&gt; &lt;br&gt;Bambang Widjanarko , Semoga ber manfaat&lt;br&gt;
</description>
				<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 05:41:58 -0400</pubDate>
				<guid>http://holidayplanner.webs.com/apps/blog/show/335172</guid>
			</item>
		
	</channel>
</rss>

